🛠Strategi Implementasi di SD Tahun 2025
Untuk menjadikan Kurikulum Merdeka lebih nyata dan efektif di kelas SD, berikut strategi dan langkah praktis yang bisa diambil sekolah:
-
Analisis kesiapan & diagnosis internal sekolah
-
Lakukan survei atau asesmen awal terhadap kesiapan guru, sarana/prasarana (IT, koneksi internet), perangkat ajar, dan karakteristik siswa.
-
Identifikasi kelas yang sudah menggunakan Kurikulum Merdeka dan kelas yang masih menggunakan K13 (jika transisi bertahap).
→ Contoh: satu SD melaporkan bahwa saat ini mereka sudah menggunakan Kurikulum Merdeka untuk kelas 1, 2, 4, 5, sementara kelas 3 & 6 masih K13, dan berencana sepenuhnya ke Merdeka di tahun ajaran baru.
-
-
Pembentukan tim kurikulum & kolaborasi lintas guru
-
Bentuk tim khusus (guru, kepala sekolah) untuk mengelola transisi kurikulum.
-
Adakan lokakarya internal antar guru untuk menyelaraskan pemahaman tentang prinsip Kurikulum Merdeka, metode pembelajaran mendalam (deep learning), dan integrasi projek.
-
-
Pengembangan dan adaptasi perangkat pembelajaran
-
Gunakan modul ajar yang sudah disediakan Kemendikbud dan sesuaikan dengan konteks lokal sekolah.
-
Kembangkan unit pembelajaran tematik yang mengintegrasikan beberapa mata pelajaran dan mengacu pada kompetensi esensial.
-
Rancang projek-projek (projek penguatan profil / projek lintas disiplin) yang relevan dengan lingkungan sekolah, budaya lokal, masalah nyata di sekitar sekolah.
-
-
Penerapan metode pembelajaran “mendalam”
-
Fokus pada pemahaman konsep, pertanyaan bermakna, refleksi, dan penguatan keterampilan berpikir kritis.
-
Guru lebih berperan sebagai fasilitator: memberikan tantangan, membimbing eksplorasi, memberi ruang siswa untuk berpikir dan berdiskusi.
-
-
Diferensiasi & personalize learning
-
Sesuaikan tugas dan aktivitas berdasarkan kemampuan, minat, dan gaya belajar siswa.
-
Gunakan asesmen formatif secara berkala untuk memonitor perkembangan siswa dan menyesuaikan strategi belajar.
-
-
Integrasi kokurikuler dan ekstrakurikuler dengan pembelajaran inti
-
Rancang kegiatan kokurikuler yang tidak terpisah dari materi pembelajaran, melainkan sebagai perkuatan (misalnya proyek seni terkait tema pelajaran, kegiatan lingkungan, coding sebagai perpanjangan tema IPA/matematika).
-
Jalankan ekstrakurikuler kepramukaan / kepanduan sebagai ruang karakter dan kepemimpinan siswa.
-
-
Penerapan mata pelajaran pilihan (koding & AI)
-
Untuk kelas 5–6, mulailah menguji coba pengenalan koding dan konsep dasar AI sebagai mata pelajaran pilihan.
-
Siapkan guru dengan pelatihan literasi digital dan perangkat pembelajaran yang relevan.
-
-
Monitoring, evaluasi, dan refleksi rutin
-
Lakukan pemantauan berkala (evaluasi internal) mengenai efektivitas pembelajaran dan hambatan yang muncul.
-
Adakan refleksi bersama guru secara berkala (setiap bulan atau per semester) untuk memperbaiki strategi pengajaran.
-
-
Pelibatan orang tua, komunitas, dan lingkungan sekitar
-
Ajak orang tua untuk memahami filosofi Kurikulum Merdeka dan cara mendukung pembelajaran anak di rumah.
-
Undang pelaku lokal, tokoh masyarakat, atau praktisi untuk jadi bagian dari projek siswa, sehingga pembelajaran menjadi kontekstual.
-
⚠ Tantangan dan Catatan Penting
Walaupun regulasi memberi landasan yang lebih mantap, ada beberapa hambatan nyata yang perlu diperhatikan:
-
Kesenjangan infrastruktur dan konektivitas di beberapa wilayah, terutama daerah jauh atau 3T — ini menyulitkan penerapan modul digital dan penggunaan teknologi.
-
Ketersediaan dan kesiapan guru — masih ada guru yang belum sepenuhnya paham filosofi Kurikulum Merdeka, atau belum terbiasa dengan metode pembelajaran mendalam.
-
Beban administratif atau adaptasi perangkat ajar — meskipun regulasi menyederhanakan beberapa hal, adaptasi perangkat dan perencanaan projek masih membutuhkan usaha ekstra.
-
Evaluasi & asesmen yang tepat — memastikan penilaian tidak hanya aspek kognitif, tetapi juga keterampilan dan sikap, sehingga tidak “kembali ke ujian tradisional.”
-
Transisi kelas yang belum menggunakan Kurikulum Merdeka — sekolah yang masih menggunakan K13 perlu rencana transisi matang agar tidak terbebani saat perubahan penuh.

No comments:
Post a Comment